Kriteria Kelulusan dan POS UN tahun Pelajaran 2013/2014

Bapak/Ibu guru dan siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional tahun Pelajaran 2013/2014 dapat mempelajari perihal UN khususnya Kriteria Kelulusan dan POS UN.

Kriteria Kelulusan tahun pelajaran 2013/2014 ada perbedaan bila dibanding dengan tahun pelajaran sebelumnya. BSNP telah menerbitkan permendiknas tentang kreteria kelulusan tersebut. Permendiknas nomor 97 tahun 2013 tentang kriteria kelulusan dapat diklik di sini

Untuk kelancaran kegiatan/pelaksanaan Ujian Nasional, BSNP sudah menerbitkan Permendiknas tentang POS. Permendikasan tersebut dapat diklik di sini.

Dengan mengetahui kriteria lebih dini, persiapan tentang UN lebih awal dengan demikian diharapkan keberhasilan dapat dicapai lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan POS yang telah diterbit lebih awal, sekolah dapat mempelajari lebih cermat sehingga pelaksanaan lebih lancar dan sukses.

Selamat belajar semoga sukses.

Bantuan Siswa Miskin

Bantuan Siswa Miskin yang sering disingkat dengan BSM sangat diharapkan semua siswa khususnya siswa yang keluarga yang kurang mampu. Bantuan Siswa Miskin ini setiap tahun di berikan kepada siswa di suatu sekolah dengan kriteria tertentu.

Bantuan Siswa Miskin sangat bermanfaat bagi siswa itu sendiri dan sekolah tentunya. Bagi siswa itu sendiri dapat memenuhi kebutuhan sekolah misalnya buku pegagangan, sepatu, tas, dan keperluan yang lain. Bagi sekolah, kegiatan belajar mengajar akan lebih lancar karena siswa yang tadinya tidak dapat membeli buku pelajaran dengan adanya BSM dapat membeli buku pelajaran.

Pencairan tahun 2013/2014 ini penyalurannya berbeda dengan tahun sebelumnya. Teknik pencairan langsung melalui bank Jateng. Pengambil dana Bantuan Siswa Miskin tersebut adalah orang tua siswa itu sendiri. Yang lebih mengenakkan lagi adalah dengan sistem jemput bola, maksudnya petugas bank datang ke sekolah yang siswanya mendapat Bantuan Siswa Miskin. Hal ini sangat dirasakan oleh orang tua siswa yang tempat tinggal jauh dari perkotaan apalagi di pegunungan seperti di Petungkriyono,Kabupaten Pekalongan.

Pencairan dengan sistem jemput bola dan diambil langsung orang tua siswa secara langsung memang sangat bagus karena bantuan tersebut dapat diterima langsung oleh orang tua siswa tersebut. Semoga dengan sistem tersebut harapan pemerintah dan sekolah dapat terwujud, artinya apabila siswa memerlukan dana yang ada hubungannya dengan sekolah, orang tua dapat membiayai kebutuhan siswa tersebut. Dengan demikian angka putus sekolah dapat ditekan seminim mungkin bahkan tidak ada sama sekali

SNMPTN TAHUN 2013 BERBEDA DENGAN SNMPTN 2012

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2013 berbeda dengan SNMPTN tahun 2012. Pada tahun 2012 seleksi menggunakan test dan berbayar, sedangkan mulai tahun akademik 2013 tidak lagi demikian.

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2013 dilakukan berdasarkan rekam jejak prestasi akademik siswa sejak kelas X. Artinya nilai raport mulai kelas X diikutsertakan dalam seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Nilai raport diikutsertakan dapam pendaftaran ke Perguruan tinggi tersebut sangat rentan dengan manipulasi data nilai raport, oleh karena itu Perguruan Tinggi telah memberi peringatan dan akan memberi sanksi berupa black list untuk tidak diperkenankan mengajukan siswanya mengikuti SNMPTN selama tiga tahun.
Oleh itu apabila itu terjadi adik kelas siswa juga yang kan dirugikan.

SBNPTN tahun 2013 seluruh siswa berhak mendaftar sejauh mendapatkan rekomendasi dari sekolah dan tidak ada lagi biaya pendaftaran. Tahapan pendaftaran dimulai dari pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang dilakukan oleh sekolah http://pdss.snmptn.ac.id
Kepala sekolah harus mendaftarkan sekolah, mengisi profil sekolah, mengisi rekam jejak akademik siswa sampai dengan semester lima, nilai rapor semua mata pelajaran dimasukkan kecuali muatan lokal, dan mendapatkan “password” bagi setiap siswa untuk verifikasi.

Siswa mendaftar SNMPTN melalui laman http://snmptn.ac.id menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan “password” yang diberikan kepala sekolah untuk verifikasi

Untuk kelancaran SNMPT perlu diperhatikan tahapan di bawah”Jadwal pengisian PDSS mulai 17 Desember 2012 hingga 8 Februari 2013, pendaftaran 1 Februari-8 Maret 2013, proses seleksi 9 Maret-27 Mei 2013, pengumuman hasil seleksi 28 Mei 2013, dan pendaftaran ulang 11-12 Juni 2013,”

Tahun akademik 2013, Perguruan Tinggi memberikan kuota sebagai berikut”SNMPTN diselenggarakan pemerintah dengan kuota minimal 50 persen, SBMPTN diselenggarakan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) dengan kuota minimal 30 persen, dan UM yang diselenggarakan masing-masing PTN dengan kuota maksimal 20 persen,”

sumber : antaranews.com, Solopos.com, dan kompas.com

Baca juga info terkait :
Syarat SNMPTN
Jalur Undangan
Daya tampung

BSNP TELAH MENERBITKAN KISI-KISI UN TAHUN 2013

Ujian Nasional tahun Pelajaran 2012/2013 semakin dekat. Untuk mempersiapkan keberhasilan anak didiknya, sekolah-sekolah sudah mulai mengadakan jam tambahan demi suksesnya UN yang akan datang. Materi yang disajikan pun berdasarkan kisi-kisi yang dikeluarkan oleh BSNP.

Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 sudah diterbitkan oleh BSNP. Kisi-kisi dapat diunduh di sini

Dalam berita BSNP memuat SK Kisi-Kisi tahun 2012-2013, Kisi-Kisi SD,MI, SDLB-tahun 2012-2013, Kisi-Kisi -SMP-SMA,SMK-PLB-tahun 2012-2013.

Selamat bedah kisi-kisi, latihan soal UN sebanyak-banyaknya. Semoga berhasil. Amin

GURU BAHASA INDONESIA WAJIB BERSERTIFIKAT UKBI

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan yaitu rapat MGMP pada hari Senin tanggal 19 November 2012. Ada acara yang menarik kali ini, selain menyampaikan kisi-kisi Ulangan Akhir Semester gasal tahun pelajaran 2012/2013 juga ada sosialisasi tentang Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Sosialisasi ini disampaikan oleh Ibu Enita Istriwati dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Beliau menyatakan bahwa UKBI bermanfaat untuk mengetahui mutu kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. Manfaat lain sertifikat UKBI, kelak digunakan sebagai syarat memperoleh tunjangan sertifikasi dan beasiswa unggulan.

Menurut Koordinator UKBI Balai Bahasa Provinsi Jateng Karyono SPd MHum, mulai 2013, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang ada di Indonesia diwajibkan memiliki sertifikat UKBI.

Dengan adanya ketentuan wajib memiliki sertifikat UKBI itu, tahun depan dia berencana mengusulkan biaya penyelenggaraan UKBI dalam APBN 2013 untuk guru Bahasa Indonesia se-Indonesia. Sebab, selama ini biaya UKBI ditanggung peserta atau instansi penyelenggara sebesar Rp. 50.000,00/peserta.
Sertifikat UKBI berlaku setahun setelah itu harus mengikuti UKBI lagi dengan kata lain UKBI diadakan dan harus diikuti oleh guru bahasa Indonesia setiap tahun.

Dalam UKBI guru harus melewati lima sesi/tahap, yakni tahap mendengarkan, merespons kaidah, membaca, menulis, dan berbicara. Masing-masing sesi memiliki waktu yang berbeda.

Soal UKBI berupa pilihan ganda, uraian, presentasi gambar, dan mendengarkan. Selain itu, peserta juga diuji mengenai ejaan, paragraf, dan diksinya.

Peringkat dalam UKBI ada tujuh tingkat yaitu peringkat istimewa untuk skor 750-900, peringkat sangat unggul untuk skor 675-749, peringkat unggul untuk skor 525-674, peringkat madya untuk skor 375-524, peringkat semenjana untuk skor 225-374, dan peringkat marginal untuk skor 150-224 serta peringkat terbatas untuk skor 0-149.
Dijelaskan, materi UKBI digagas sejak 2004 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Materinya berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai ranah komunikasi dan laras bahasa.

Dari sosialisasi tersebut, para guru Mata Pelajaran bahasa Indonesia di Kabupaten Pekalongan sepakat untuk mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia tersebut yang akan dilaksanakan sebelum tahun 2013.

KISI-KISI UJIAN NASIONAL TAHUN 2013

Kisi-kisi Ujian Nasional tahun pelajaran 2012/2013 rencananya akan diterbitkan bulan November 2012. Namun sampai sekarang masih perlu kesabaran untuk menunggu kehadiran dari kisi-kisi tersebut. Kisi-kisi tahun pelajaran 2012/2013 tidak jauh berbeda dengan tahun 2011/2012 karena semua materi sudah menggunakan KTSP untuk kisi-kisi tahun pelajaran 2011/2012 dapat SKL Un tahun 2011-2012

Ujian Nasonal tahun Pelajaran 2012/2013 nanti pemerintah berencana membuat 20 paket soal/varian tiap soal tiap ruangan. Dengan 20 paket soal tersebut diharapkan tingkat kejujuran siswa semakin tinggi karena antara peserta ujian satu dengan yang lain tidak dapat bertanya jawaban.

Tingkat kesukaran soal pada tahun Pelajaran 2011/2012, soal mudah 10%, soal sedang 80%, dan sukar 10%. Rencana Pemerintah untuk tingkat kesukaran soalpPada tahun pelajaran 2012/2013 adalah tingkat kesukaran soal yang mudah 10%, tingkat kesukaran soal yang sedang 70%, dan tingkat kesukaran soal yang sukar 20%. Dari perbandingan tingkat kesukaran di atas dapat diketahui bahwa ada peningkatan 10% untuk tingkat soal yang sukar. soal yang tingkat kesukaran sedang berkurang 10%. Oleh karena itu para siswa perlu persiapan lebih dini untuk dapat mencapai kelulusan.

PERSIAPAN SEMAKIN DINI, BERLATIH SEMAKIN BANYAK, AKAN MEMUDAHKAN MENGHANTAR KE KEBERHASILAN. SELAMAT BELAJAR SEMOGA SUKSES

RENCANA KURIKULUM BARU DI TAHUN 2013

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengurangan jumlah mata pelajaran untuk berbagai tingkatan sekolah baik Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dilakukan sebagai salah satu bagian dari perombakan kurikulum. Meski jumlah mata pelajaran berkurang, durasi belajar anak di sekolah justru akan ditambah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa penambahan jam belajar pada siswa dari berbagai jenjang ini masih masuk akal dan dinilai tidak akan memberatkan para siswa. Pasalnya, durasi belajar di Indonesia masih terbilang singkat dibandingkan negara lain.

“Memang berdasarkan perbandingan dengan negara lain, jam belajar di sekolah untuk Indonesia cukup singkat. Apalagi untuk anak usia 7 sampai 8 tahun. Dalam sehari kisarannya hanya sekitar 4 sampai 5 jam,” kata Nuh, saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

“Sebenarnya dengan Finlandia, kita tidak jauh berbeda. Tapi dia menambah dengan tutorial. Jadi tiap anak atau beberapa anak diberi tutor untuk belajar di luar sekolah,” imbuh Nuh.

Penambahan jam belajar ini, lanjutnya, juga mengikuti pola baru dalam kurikulum yang akan diberlakukan pada Juni 2013 nanti. Anak-anak akan diberi ruang seluas-luasnya untuk melakukan observasi dan memperdalam ilmu dengan mencari tahu melalui praktik ringan.

“Biasanya siswa diberitahu, sekarang siswanya didorong untuk mencari tahu. Ini tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat,” ujar Nuh.

Dengan demikian untuk jenjang SD dengan konten enam mata pelajaran, jam belajar akan ditambah sebanyak empat jam pelajaran per minggu. Untuk SMP dengan 10 mata pelajaran, ditambah menjadi enam jam pelajaran per minggu. Sementara untuk SMA tidak banyak mengalami perubahan untuk jumlah mata pelajaran dan jam belajar.

“Jadi kalau jenjang SD, untuk tahun ajaran berikutnya minimal jam belajar di sekolah itu 30 jam per minggu. Rata-rata paling tidak sampai 35 jam per minggu. Sebelumnya kan hanya 26-28 jam per minggu,” tandasnya.